Senin, 29 September 2014

BELAJAR KITAB BERBAHASA ARAB CEPAT DAN TEPAT


            Dengan mengucapkan Alhamdulillah Robbil ‘Alamien, kami memuji kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kenikmatan yang tiada tak terbatas, sehingga sampai saat ini, kami masih bisa beraktifitas dengan  sempurna.
            Dan kami senantiasa berdo’a, semoga Sholawat dan Salam terlimpahkan kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah memberikan pencerahan dalam hidup ummatnya. Semoga kami memperoleh syafa’at-nya kelak di hari akhir. Amien !
            Salah satu sumber Syari’at Islam yang paling lengkap adalah Al Qur’an dan Al Hadits Rasulullah SAW yang di dalamnya menerangkan secara global, sehingga kami belum seratus persen dapat memahami kandungan yang tersirat dari kedua kitab tersebut tanpa dilengkapi dengan referensi lainnya, misalnya kitab-kitab yang membahas dibidang ilmu Ushuluddin (Tauhid), ilmu Furu’ (Fiqh) dan ilmu bahasa arab, seperti Nahwu, Shorrof, Balaghoh, Mantiq, Mustholahul Hadits, Tafsir dan ilmu Tafsir dan lain-lain.
            Referensi-referensi tersebut mayoritas tertulis dalam bahasa arab fashihah (bahasa Quraisy) yang dikarang oleh ulama-ulama tempoe doeloe yang professional dan sangat alim dibidangnya. Referensi-referensi pembatu itu sangat luas dan lengkap dalam menjabarkan globalitas makna Al Qur’aul Kariem, sehingga sangat membantu kepada para pelajar memahami secara luas tentang Sari’at Islam (Hukum-Hukum Islam).
            Untuk bisa membaca dan memahami kitab-kitab referensi tersebut yang dikenal dengan sebutan kitab kuning, karena mayoritas dicetak di atas kertas berwarna kuning atau disebut juga dengan kitab gundul, karena huruf atau kalimat-kalimatnya tak berbaris atau tak berharkat, maka wajib belajar dan memahami kaidah-kaidah bahasa arab yang disebut dengan Nahwu dan Shorrof.
            Nahwu adalah ilmu yang membahas perubahan harkat. Sedangkan Shorrof membahas perubahan kata atau kalimat. Pada umumnya kitab Nahwu yang digunakan di Madrasah-Madrasah di Indonesia adalah kitab Ajjarumiyah, untuk tingkat dasar Al ‘Imrithy dan Alfiyah untuk tingkat menengah dan lanjutan. Sementara kitab Shorrof-nya adalah Al Amtsilah Attashrifiyah, karya seorang ulama besar asal Tebuireng, Jombang, yaitu KH. Ma’shum Ali dan kitab Al Maqshud. Mayoritas kitab-kitab Nahwu dan Shorrof yang diajarkan kepada para pemula berbentuk Syi’ir atau Nadzoman. Hal ini lebih mudah untuk dihafal dan difahami.
            Akhir-akhir ini, pembelajaran kitab kuning hamper saja tidak diminati oleh sebagian besar para pemuda muslim, lantaran mereka menganggap sulit dan membutuhkan waktu lama, kurang lebih 6 sampai 9 tahun lamanya, apabila belajar secara tekun dan selalu melakukan praktek langsung kepada kitab kuning secara kontinyu. Tetapi, apabila hanya belajar Nahwu dan Shorrof saja, tanpa mengikuti pengajian, baik berbentuk wetonan atau sorogan sangat lemah bahkan mungkan sangat rendah dalam upaya memahami isi kandungannya. Untuk itu, maka kedua system; belajar kaidah-kaidah Nahwu shorrof dan mengaji kitab-kitab kuning harus dilakuakan secara bersamaan.
            Yang menjadi permasalahan dalam pembelajaran tata bahasa arab akhir-akhir ini, mayoritas para guru atau tutornya masih mempertahankan cara-cara atau metode lama / kuno yang out-putnya membutuhkan waktu yang lama, sehingga terkesan “sulit” dan “membutuhkan waktu lama”. Padahal tidak semua asumsi tersebut benar atau salah. Benar, karena kenyataannya memang begitu. Dan salah, karena sampai saat ini teknik-teknik pembelajaran baca dan memahami kitab berbahasa arab atau kitab kuning tersebut masih saja berkutat kepada teori dan teori saja, sementara prakteknya sangat jarang diaplikasikan dalam waktu yang bersamaan. Sementara asumsi itu salah, karena umumnya hanya sekedar alas an bagi pelajar yang tak ingin belajar kita-kitab kuning dalam waktu yang cukup lama. Padahal bila dilakukan dengan tabah, out-putnya tidak kalah dengan metode baru yang banyak ditulis atau dikarang oleh para ahlinya akhir-akhir ini. Salah satunya yang cukup terkenal adalah teknig pembelajaran kitab kuning untuk dasar atau pemula bernama Amtsilati, yang di susun oleh KH. Taufiqurrahman, Jepara, Jawa Tengah dan kitab atau buku Thoriqoh Manzilah yang disusun oleh Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir asal Sumenep, Madura Jawa Timur. Dua buku teknik ini telah diterapkan sebagai materi ajar di berbagai Pesantren atau Madrasah di Indonesia dan hasilnya cukup baik.
            Teknik pembelajaran kitab kuning cepat dan tepat Thoriqoh Manzilah adalah sebuah buku pedoman belajar tata bahasa arab; Nahwu dan Shorrof yang sistematis praktis dan aplikatif serta evisien, karena dalam pembelajarannya mengutamakan praktek daripada teori dengan cara musyawarah dan Tanya jawab, sehingga buku pedoman ini disebut pula dengan Musyawarah Kitab Kuning  Thoriqoh (MKKT).
            Salah satu syarat untuk bisa membaca kitab kuning dengan tepat, para pelajar dituntut menguasai I’rob atau perubahan harkat bacaan kata atau kalimat dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah Nahwiyah atau Shorfiyah yang berlaku. Tanpa menguasai I’rob dengan baik, mustahil seorang pelajar mampu membaca kitab kuning dengan baik. Untuk itu, maka perlu adanya inovasi-inovasi dalam pembelajaran Nahwu dan Shorof yang praktis dan cepat serta tepat dalam rangka memberikan motivasi belajar para siswa atau siswi di Negara yang kita cintai ini. Insya Allah bila cara demikian dilakukan, maka esistensi sumber-sumber hokum Islam akan tetap dipelajari secara berkesinambungan oleh generasi muda Islam.
            Untuk mengenal lebih jauh teknik pembelajaran baca kitab kuning dan memahaminya, kami sebagai penemu teknik Thoriqoh Manzilah ini yang telah disebarkan sejak tahun 2007 yang lalu ingin sharing dengan para pembaca dan peminat, walaupun mungkin jauh dari sempurna, karena pembelajaran melalui teknik ini tidak sepenuhnya difahami dengan baik, tanpa jasa tutor yang ahli dibidangnya. Ya, hanya sebatas perkenalan saja, barangkali ada di antara pembaca artikel ini berminat belajar dengan lengkap, tentunya kami sebagai penemunya sekaligus editorial buku pedoman tersebut selalu siap melayani keinginan permirsa sesuai dengan kemampuan kami bersama beberap orang tim penyusunnya dengan tujuan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar ajaran-ajaran Islam dari sumber aslinya, sehingga konsep Islam tidak di salah artikan oleh umat Islam itu sendiri, karena kelemahan mengkaji kitab-kitab atau referensi Syari’at Islam yang asli.

Berikut ini kami akan menyuguhkan kepada para pembaca artikel ini, teknik MKKT ini yang telah berhasil diaplikasikan pada santri dan pelajar di Madrasah-Madrasah atau Pesantren di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Silakan ikuti petunjuknya dengan baik, semoga bermanfaat dan barokah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar