Rabu, 17 September 2014

JASA TUTOR TEKNIK BACA KITAB KUNING CEPAT "THORIQOH MANZILAH"

LATAR BELAKANG
        Pondok Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang keberadaannya sejak 2 (dua) abad silam hingga saat ini masih eksis. Upaya pengembangan dan peningkatan pendidikannya terus dilakukan oleh para kyai; pengasuh lembaga tersebut. Umumnya adalah kerabat dekat dari pendirinya, bahkan saat ini, pemerintah (dalam hal ini Departemen Agama) tidak segan-segan membantu dana pengembangan lembaga pendidikan tersebut, baik bantuan dana untuk pembangunan fisiknya, seperti pembangunan gedung asrama santri atau gedung Madrasah atau dukungan berupa non fisik, berupa insentif guru dan lain sebagainya. Cara-cara seperti ini terbukti mampu memotivasi semangat guru dalam upaya meningkatkan pendidikan dan pengajaran kepad anak didiknya.
        Kitab kuning merupakan salah satu materi ajar yang masih tetap dipertahankan keberadaannya di Pondok Pesantren hingga saat ini. Metode pembelajarannya sejak awal cenderung kepada kajian yang bersifat teoritis ketimbang praktis, walaupun ada yang langsung menggunakan sistem aplikatisi. Artinya, pembelajaran grammer bahasa Arab dilakukan secara praktis bukan sekedar teoritis. Cara praktek seperti ini hingga saat ini belum teraplikasikan secara komprehensip di Pondok-Pondok Pesantren, mungkin karena lemahnya pengetahuan mereka terhadap teori praktis dan sistematis dalam pembelajaran kitab kuning, atau karena ingin mempertahankan sistem lama (salafiyah) yang kurang evisien itu.  Akibatnya untuk bisa membaca kitab kuning membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak mustahil, kalau ada santri/wati mondok di Pesantren, walaupun telah banyak belajar kitab kuning, tapi belum juga bisa membaca dengan baik, sesuai dengan tata bahasa arab yang benar (Nahwu dan Shorrof), disamping juga akan berakibat kepada lambatnya pemahaman mereka terhadap hukum-hukum Islam yang nota bene banyak tersirat dalam kitab kuning tersebut.
Akhir-akhir ini ada beberapa Pondok Pesantren yang berinisiatp untuk menulis buku atau kitab terkait dengan metode pembelajaran membaca kitab kuning yang bersifat praktis dan aplikatif dengan tujuan agar siswa tidak merasa bosan mempelajarinya dan memotivasi mereka untuk belajar lebih mendalam lagi. Salah satunya adalah metode Musyawaroh Kitab Kuning Thoriqoh (MKKT) yang disusun oleh tim 5 terdiri dari guru-guru alumni Pondok Pesantren salafiyah maupun kholafiyah (moderen)  yang  memang  ahli  dibidang  ini.   Kitab metode  ini  mengkaji  dari  sisi  Nahwiyah,  Shorfiyah,  kosa-kata  dan  mafhumul  (pengertian)


ibaratnya yang terdapat dalam kitab Fiqh : “Fathul Qoriebil Mujieb” yang diajarkan secara sistematis, aplikatif dan evisien (disingkat; SAE)
TUJUAN
        Kitab ini disusun sebagai pedoman untuk mempermudah dan mempercepat para siswa/wi atau santri Pondok Pesantren membaca dan memahami kitab kuning yang benar yang akhir-akhir ini hampir saja tidak dipelajari oleh mereka, karena dianggap sulit dan menghabiskan waktu lama. Mereka lebih senang membaca terjemahannya yang belum tentu sesuai dengan teks aslinya. Kitab ini – Insya Allah – menjadi jawaban sekaligus solusi terhadap problematika mereka dalam belajar membaca dan memahami kitab kuning (khususnya Fathul Qorieb) yang benar sesuai dengan Nahwu dan Shorrof.
METODE PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN
Metode pembelajaran ini bernama MUSYAWARAH KITAB KUNING METODE THORIQOH (MKKT) atau disebut THORIQOH adalah sebuah kitab pedoman yang mengajarkan cara membaca kitab kuning yang sistematis, Aplikatif dan Evisien.
Disebut kitab pedoman, karena bila siswa/wi menguasai metode pembelajarannya, Insya Allah mereka akan mudah membaca dan memahami kitab fiqh atau kitab berbahasa arab lainnya.
Disebut sistematis, karena kitab ini disusun dengan cara mengkaji perubahan kata (I’rob) dalam Nahwu, dan bentuk (sighot’) dalam Shorrof. Kitab kajiannya adalah Fathul Qorieb, sebuah kitab fiqih standar yang hingga saat ini masih dipelajari oleh santri Pondok Pesantren di Indonesia.
Disebut Aplikatif, karena kitab ini disusun dengan cara praktis dan tidak terlalu banyak menganalisa tentang teori-teori.
Disebut Evisien, karena kitab ini disusun untuk diajarkan dalam rentang waktu yang relatif pendek; minimal 4 (empat) bulan hingga 2 (dua) tahun dengan sasaran siswa/wi yang telah berpengalaman belajar kitab Nahwu Jurmiyah atau Imrithy. Bukan untuk pemula (siswa yang belum sama sekali belajar grammer bahasa arab).
Pembelajaran metode ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan jasa pengajar yang profesional atau yang terdiri dari para tim penyusun buku ini untuk diklat minimal 2-3 hari kepada para guru atau kader pengajar Kitab Kuning. 
Beberapa persyaratan memanfaatkan jasa pengajar teknik ini dari tim kami, di antaranya : Pihak pemohon menyediakan minimal 15 siswa atau guru kader. Menyediakan akomudasi, konsumsi, transportasi (kalau dibutuhkan) dan honor serta uang transport untuk dua orang tutor. Membeli materi yang disediakan tutor untuk peserta diklat. Rincian biaya dapat di baca di www.alamirfoundations.wordpress.com

NAMA-NAMA KITAB THORIQOH
Dalam pembelajaran ini,  seorang siswa/wi harus memilki 4 buah kitab / satu paket, masing-masing terdiri dari kitab bernama :
  1. Thoriqoh Nahwiyah, adalah kitab terdiri dari 138 halaman, mengkaji I’rob / perubahan kata demi kata dalam kitab Fathul Qorieb
  2. Kaidah Thoriqoh, berisi grammer terdiri dari 117 halaman, seperti Alfiyah, Imrithy dan lain-lain yang berbentuk Nadloman sebanyak 250 nadloman sesuai dengan fungsi huruf dan kalimat yang di kaji dalam kitab Fathul Qorieb
  1. Thoriqoh Shorfiyah adalah kitab terdiri dari 51 halaman yang mengkaji tentang bentuk kata (sighot), bina’ dan wazan  yang  disajikan  dalam bentuk rumus-rumus yang mudah
           dihafal dan dipraktekkan.
  1. Fathul Dzuruf  adalah sebuah kitab syarah (penjelasan) dari sebuah kitab nadloman tentang makna-makna huruf bernama : Nadlmu Ma’anil Huruf sebagai pelengkap dari kitab Kaidah Thoriqoh.
  2. KamusThoriqoh adalah sebuah kamus kosa-kata dan istilah-istilah Fiqh (Arab-Indonesia) yang terdapat dalam kitab Fathul Qorieb, terdiri dari kl. 258 halaman (sedang dalam proses editing)
SEKILAS BEOGRAFI TIM PENYUSUN
           Untuk kitab Thoriqoh Nahwiyah di susun oleh tim 5, yaitu :
1.     Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir sekaligus sebagai editor dan Ketua Tim 5. Beografi pendidikan beliau dari tingkat Lanjutan Atas,  alumni  Pondok  Pesantren  Tebuireng  Jombang Tahun 1981 – 1983, Fakultas Adab (Bahasa Arab dan Sasteranya), IAIN Sunan Ampel, tahun 1985 - 1989 dan Madrasah Al Roshaifiyah (Majlis Syekh Ismail Utsman Zein), Mekkah al Mukarromah, tahun 1991 – 1993 serta alumni Majlis Sayid Muhammad Alawi, Mekkah tahun 1991. Mempunyai  kl. 26  karya ilmiyah berbahasa
Arab dan Indonesia. Di antaranya adalah “Teknik Menerjemah Bahasa Asing (Arab ke Indonesia)”, “Al Arabiyah as Sahlah (Materi Bahasa Arab untuk Madrasah Diniyah)”, “Terjemah Diwan as-Syafi’ie”, “Ta’liqotus Saniyah fi al Arba’ien az Zainiyah” dan lain-lain dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sekarang, sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir, Desa Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.
2.     KH. Zaini Mudarris, alumni Pondok Pesantren Salafiyah Al Is’af, Desa Kalabaan, Sumenep, tahun 1980 – 1989 dan alumni Pondok Pesantren Sidogiri 1990 – 1994. Sekarang Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Lessong Kabupaten Pamekasan dan Guru di Pondok Pesantren Al Hamidi, Banyu Anyar, Pamekasan Madura. Karyanya adalah sebuah kitab syarah brnama : Fathul Dzuruf (penjelasan dari kitab Nadloman tentang makna-makna huruf arabiyah bernama Nadlmu Ma’anil Huruf)
3.     KH. Qusyairi Syuja’ie, alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, tahun 1986-1990 dan alumni Pondok Pesantren Sidogiri, tahun 1992-1996 serta alumni Majlis Sayid Muhammad Alawi, Mekkah tahun 1997 – 1998. Sekarang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Desa Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.
4.     Ahmad Syafi’ie, S.Ag. alumni Pondok Pesantren Annuqayah, tahun 1992 – 1998 dan Sekolah Tinggi Ilmu Ke-Islaman Annuqayah (STIKA) Tahun 1999 – 2003. Sekarang menjabat
      Kepala Madrasah Diniyah Annuqayah Daerah Al Amir, Sumenep dan Kepala   Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Athfal Sumenep.
5.  Ahmad Fauzan Rofiq, S.Pd.I, alumni Pondok Pesantren Annuqayah, tahun 1993 – 1999 dan Sekolah Tinggi Ilmu Ke-Islaman Annuqayah (STIKA) Tahun 2000 – 2004. Sekarang menjabat Kepala Madrasah Diniyah Nyalaran, Pamekasan dan guru di Madrasah Diniyah Annuqayah Daerah Al Amir, Sumenep.
      Sedangkan kitab Kaidah Thoriqh dan Thoriqoh Shorfiyah, dua buah kitab ini disusun oleh Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir. Dan Kamus Thoriqoh disusun oleh Drs. KH. Muhammad Muhsin Amir serta Ahmad Syafi’ie, S.Ag.
UJI – COBA
        Metode ini telah mengalami 3 (tiga) kali uji coba kepada siswa Tingkat Menengah dengan durasi waktu minimal; masing-masing 4 (empat) bulan dan dengan tenaga pengajar sebanyak 4 (empat) orang yang memang ahlinya dibidang pembelajaran metode ini dengan 4 (empat) macam kitab tersebut. Dan hasilnya sangat memuaskan, terbukti mereka bisa mengi’rob atau menentukan  fungsi satu persatu dari huruf dan kalimat serta memahami ibarat yang ada dalam kitab Fathul Qorieb dengan baik beserta dasarnya dari Kaidah-Kaidah Nahwiyah. Insya Allah, apabila seorang siswa menguasai kitab Fathul Qorieb yang menjadi obyek kajian kitab ini, akan lebih mudah membaca dengan benar dan memahami kitab yang lebih luas keterangannya, seperti kitab Fathul Mu’ien, Fathul Wahhab dan lain-lainnya

PENUTUP

        Demikian Proyek Proposal ini kami ajukan kepada Bapak, sebagai tawaran kerja sama dalam  penerbitkan kitab metode ini, barangkali menjadi salah satu solusi untuk mempermudah siswa/wi atau santri Pondok Pesantren dalam membaca dan memahami kitab kuning dan menjadi penggugah semangat mereka untuk mempelajarinya lebih tekun lagi. Lembar berikut, kami sertakan pula 4 macam Cover kitab tersebut sebagai sampel. Dua di antaranya telah di cetak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar